SMP ISLAM AL ALAWI

Menerima pendaftaran

siswa/siswi baru

untuk tahun ajaran 2010/2011.


Bebas biaya pendaftaran,

bebas biaya gedung,

gratis SPP,

gratis pakaian seragam.


Pendaftaran ditutup

tanggal 5 Juli 2010.


Untuk informasi lebih lanjut

silahkan menghubungi

Bp. Nur Chamid Mustarom

no Hp 081325310585

SYUKRON KASTIR MIN KHUDLURIKUM AMIIN

BILA ANDA MEMPUNYAI KESAN DAN PERHATIAN AKAN
PESANTREN KAMI.BANTULAH PESANTREN KAMI.
DENGAN NAMA ALLOH DAN ROSULNYA MUHAMMAD S A W. 

KOTAK AMAL JARIYAH:

NO REK : 0174037667

A/N       :

BP. AHMAD WAN FADLIL SYAHLI

BANK    : BNI CABANG SEMARANG
CHAT WITH US NOW:

image

 

 

Al-Imam Muhammad

Bin Ali Al-Fagih

Al-Muqaddam



            Al-Imam Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Ali bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far As-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali Thalib, Ibnu Al-Batul Fathimah binti Rasulullah SAW, dikenal dengan Al-Ustadz Al-A’Zham Al-Faqih Al-Muqaddam.


             Al-Imam Muhammad bin Ali Al-Faqih Al-Muqaddam adalah bapak dari semua keluarga Alawiyyin, keindahan kaum Muslimin dan agama Islam, bathinnya selalu dalam kejernihan yang ma’qul dan penghimpun kebenaran yang manqul, mustanbituhl furu’ minal ushul, perumus cabang-cabang hukum Syara’, yang digali dari pokok-pokok ilmu fiqh, Syaikh syuyukhis syari’ah ( maha guru ilmu syari’ah), imamul ahlil hakikat (pemimpin para ahli hakikat), sayidul thoifah ashashufiyah (penguhulu kaum sufi), murakidz dairatul wilayah ar-rabbaniyah, Qudwatul ulama al-Muhaqqiqin (panutan para ulama ahli ilmu hakikat), tajul a’imah al-arifin (mahkota para imam ahli ma’rifat), jamiul kamalat (yang terhimpun padanya semua kesempurnaan)


             Imam Muhammad bin Ali Al-Faqih Al-Muqaddam adalah penutup para wali yang mewarisi maqom Rasulullah SAW, yaitu maqom qutbiyah Al-Kubro (wali quthub besar). Beliau lahir tahun 574 hijriyah di kota Tarim, hafal Al-Qur’an, menguasai makna yang tersurat maupun yang tersirat dari Al-Qur’an.


             Imam Muhammad bin Ali belajar Fiqh Syafi'i kepada Syaikh Abdullah bin Abdurahman Ba’abid dan Syaikh Ahmad bin Muhammad Ba’Isa, belajar Ilmu Ushul dan Ilmu Logika kepada Imam Ali bin Ahmad Bamarwan dan Imam Muhammad bin Ahmad bin Abilhib, belajar ilmu tafsir dan hadits kepada seorang mujtahid bernama Sayyid Ali bin Muhammad Bajadid, belajar ilmu Tasawuf dan Hakikat kepada Imam Salim bin Basri, Syaikh Muhammad bin Ali Al-Khatib dan pamannya Syaikh Alwi bin Muhammad Shahib Marbath serta Syaikh Sufyan Al-Yamani yang berkunjung ke Hadramaut dan tinggal di kota Tarim.


             Para Ulama Hadramaut mengakui bahwa Al-Faqih Al-Muqaddam Muhammad bin Ali adalah seorang mujtahid mutlaq. Di antara keramatnya adalah : ketika anak beliau Ahmad mengikuti Al-Faqih Al-Muqaddam ke suatu wadi di pertengahan malam, maka sesampainya di wadi tersebut beliau berdzikir dengan mengeluarkan suara, maka batu dan pohon serta mahluk yang ada di sekeliling tempat itu semuanya ikut berdzikir. Beliau dapat melihat negeri akhirat dan segala kenikmatannya hanya dengan melihat di antara kedua tangannya, dan melihat dunia dengan segala tipu dayanya  melalui kedua matanya.


             Di antara sikap tawadhu’nya, ia tidak mengarang kitab yang besar akan tetapi ia hanya mengarang dua buah kitab yang berisi uraian yang berisi uraian yang ringkas. Kitab tersebut berjudul : Bada’ia Ulum Al-Mukasysyafah dan ghoroib Al-Musyahadat Wal Al-Tajalliyat. Kedua kita tersebut dikirimkan kepada salah seorang gurunya Syaikh Sa’adudin bin Ali Al-Zhufari yang wafat di Sihir tahun 607 Hijriyah. Setelah melihat dan membacanya ia merasa takjub atas pemikiran dan kefasihan kalam Al-Imam Muhammad bin Ali. Kemudian surat tersebut dibalas dengan menyebutkan di Akhir tulisan suratnya : “ Engkau wahai Imam, adalah pemberi petunjuk bagi yang membutuhkan “. Imam Muhammad bin Ali pernah ditanya tentang 300 macam masalah dari berbagai macam ilmu, maka beliau menjawab semua masalah tersebut dengan sebaik-baiknya jawaban dan terurai.


            Rumahnya merupakan tempat berlindung bagi para anak yatim, kaum fakir dan para janda. Jika rumahnya kedatangan tamu, maka ia menyambut dan menyediakan makanan yang banyak, dimana makanan tersebut tersedia hanya dengan mengangkat tangan beliau dan para tamu untuk berdo’a dan meminta kepada Allah SWT. 


            Imam Muhammad bin Ali Al-Faqih Al-Muqaddam berdoa untuk para keturunannya agar selalu menempuh perjalanan yang baik, jiwanya tidak dikuasai oleh kezaliman yang akan menghinakannya serta tidak ada satupun dari anak cucunya yang meninggal kecuali dalam keadaan mastur (kewalian yang tersembunyi). 


            Beliau seorang yang gemar bersedekah, setiap hari beliau memberi sedekah sebanyak dua ribu ratl kurma kepada yang membutuhkannya, memberdayakan tanah pertaniannya untuk kemaslahatan umum. Beliau juga menjadikan istrinya Zainab Ummul Fuqoro sebagai khalifah beliau. Imam Muhammad bin Ali Al-Faqih Al-Muqaddam Wafat tahun 653 hijriyah dan dimakamkan di Zanbal, Tarim pada malam Jum’at akhir bulan Dzulhijjah.


Sumber dari Buku Menelusuri Silsilah Suci Bani Alawi – Idrus Alwi Al-Masyhur.

 


RSS Feed
Ponpes Hidayatul Mubtadiin
image

SAYYIDINA AL HABIB AHMAD WAN FADHIL AL MUSAWA


Tumenggungan Genuksuran
Purwodadi - Grobogan
Jawa Tengah

WASIAT NABI MUHAMMAD S.A.W

image

Wasiat Nabi Muhammad S.A.W.

kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib

Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :
 
  " Sebaik-baiknya manusia disisi Allah S.W.T. adalah yang paling memberi manfaat di antara mereka kepada manusia, dan orang yang paling buruk di sisi Allah S.W.T. orang yang panjang umurnya tapi buruk amalnya. Dan sebaik-baik manusia itu orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya ".
 
Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :
  Wahai Ali, orang yang celaka itu ada tiga tanda :
- Memakan makanan yang haram
- Menjauhi orang 'alim
- Shalatnya untuk sendiri  Wahai Ali, orang yang berbuat dosa itu ada tiga tanda :
- Suka membuat kerusakan ( suka mengacau )
- Menyusahkan hamba-hamba Allah
- Menjauhi petunjuk.
 
Wahai Ali, orang zholim itu ada tiga tanda :
- Dia tidak memperdulikan sesuatu yang dia makan
- Mengerasi orang yang berhutang kepadanya
- Bertindak keras kepada orang berhutang apabila dia mendapatkannya .
 
Wahai Ali, orang munafik itu ada tiga tanda :
- Jika berkata dia dusta
- Apabila janji dia menyalahi janjinya
- Apabila di amanatkan dia berkhianat. Dan tidak berguna kepadanya nasehat .
 
Wahai Ali, bagi orang mu'min ada tiga tanda :
Bersegera dalam taat kepada Allah
Menjauhkan segala yang diharamkan
Berbuat baik kepada orang yang berlaku buruk kepadanya .
 
Wahai Ali,
Barangsiapa makan barang yang halal, jernilah agamanya, lembut hatinya dan terbuka do'anya
Barangsiapa makan barang yang subhat, keruh agamanya dan gelap hatinya.
Barangsiapa makan barang yang haram matilah hatinya. menipis agamanya, lemah keyakinannya, Allah tutup do'anya dan akan mengurang ibadahnya.
 
Wahai Ali,
Senantiasa orang yang beriman itu tambah meningkat dalam agamanya selama ia tidak makan barang yang haram,
Dan Barangsiapa yang menjauhkan diri dari Ulama, maka akan mati hatinya ( padam cahaya hatinya ),
dan akan buta ia terhadap perkara-perkara ibadah kepada Allah S.W.T.
 
Wahai Ali,
Jauhilah olehmu kemaharan,
karena sesungguhnya kemaharan itu dari Syaithan,
dan dia akan menguasai dirimu ketika engkau dalam keadaan marah itu.
Jauhilah olehmu dari sumpahan orang yang teraniaya,
karena sesungguhnya Allah S.W.T. akan mengabulkan sumpah itu,
sekalipun dia orang kafir, karena kekafiran itu akan tetap pada dirinya.
 
Wahai Ali,
Jangan engkau banyak bergurau,
karena hal itu akan menghilangkan kewibawaanmu.
Jangan engkau suka berbohong,
karena hal itu akan menghilangkan cahayamu.
Jauhilah olehmu dua sifat, yaitu kejemuan dan kemalasan,
karena jika engkau jemu, engkau tidak akan sabar dalam menegakkan kebenaran yang haq
dan jika engkau malas, maka engkau tidak akan dapat melaksanakan kewajiban kamu yang haq OLEH KARNA ITU :
 Wahai Ali, manfaatkanlah empat perkara, sebelum datang empat perkara, yaitu :
1. Manfaatkanlah masa mudamu sebelum engkau menjadi tua
2. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum engkau jatuh sakit
3. Manfaatkanlah masa jayamu sebelum engkau miskin
4. Manfaatkanlah masa hidupmu sebelum engkau datang ajalmu .
 
Wahai Ali, ada tiga perkara termasuk budi pekerti mulia, dari duniyaitu :
1. Memaafkan orang yang menzholimimu
2. Menyambung silaturahmi kepada orang yang memutuskannya
3. Menguasai amarah terhadap orang yang berbuat kejahilan padamu .
 
Wahai Ali, ada tujuh perkara, barangsiapujuh perkara itu ialah :
1. Sempurna wudlu'nya
2. Sempurna shalatnya
3. Meng-infaqkan zakat hartanya
4. Pandai mengekang hawa nafsu amarahnya
5. Pandai menjaga lidahnya
6. Selalu memohon ampun atas dosa-dosanya
7. Pandai memberi nasehat dan membimbing ahli keluarganya .
 
Wahai Ali, empat perkara yang barangsiapa memilikinya, Allah akan sediakan baginya bangunan yang khusus di Syurga, yaitu :
1. Melindungi anak yatim
2. Menasehati orang dhaif
3. Melindungi serta menyayangi kedua orang tua
4. Lemah lembut kepada pembantu-pembantunya

 

 

 

Copyright © 2017 Ponpes Hidayatul Mubtadiin · All Rights Reserved